BAB I Tugas Akhir


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Media cetak merupakan salah satu media massa yang populer. Media cetak merupakan media komunikasi yang bersifat tertulis atau tercetak. Ada berbagai macam media yang tergolong ke dalam media cetak, salah satunya adalah surat kabar. Surat kabar adalah media komunikasi yang berisikan informasi aktual dari berbagai aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, kriminal, budaya, seni, olahraga, luar negeri, dalam negeri, dan sebagainya. Di dalam surat kabar dimuat berita dari berbagai daerah tertentu sesuai dengan daerah terbit suatu surat kabar, karena biasanya ada surat kabar tertentu yang hanya diterbitkan di daerahnya saja.
Sebagai salah satu surat kabar, koran juga menyajikan informasi dan berita yang aktual. Di dalam koran biasanya memuat berbagai rubrik, ada rubrik opini, rubrik berita, rubrik hiburan, rubrik olahraga, dan sebagainya. Dalam perkembangannya, koran semakin digemari oleh masyarakat karena selain mudah ditemukan, harga koran juga mudah dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Oleh karena itu, kini jenis-jenis koran pun semakin banyak dan bervariasi. Ada koran Kompas, Solopos, Tempo, Republika, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Jawa Pos, Kabar Indonesia, Koran Jakarta, Suara Karya, Warta Bhakti, dan Koran Sindo.
Penelitian ini dibuat karena sering kali foto berita tidak sesuai dengan isi berita, foto yang diambil hanya dilihat dari keunikannya saja, tetapi tidak dilihat dari kesesuaian dengan isi berita. Hal ini sering kali membuat para pembaca dibuat bingung oleh media cetak.
Foto merupakan istilah untuk menyebut gambar yang diambil memakai kamera.  Awalnya foto hanya bisa didapat tanpa ada unsur warna (hanya hitam putih saja), sampai saat ditemukannya media film berwarna maka foto bisa memiliki warna seperti keadaan aslinya. Di era digital foto juga dikaitkan dengan file gambar yang diambil dari kamera digital.
Sedangkan fotografi adalah gabungan dari kata dalam bahasa yunani yaitu Photos (cahaya) dan Graphos (gambar) yang artinya menghasilkan gambar dengan meekam cahaya. Untuk itu diperlukan komponen yang peka cahaya seperti film atau sensor. Fotografi mulai dikenal sejak abad ke-19 dan menjadi sesuatu yang istimewa di kala itu karena bisa menampilkan gambar dengan detail yang lebih lengkap dan sesuai keadaan aslinya. Dibandingkan dengan lukisan atau gambar. Fotografi terus berkembang dan mengalami kemajuan pesat saat memasuki era digital yang tidak lagi memerlukan media film.
Kali ini peneliti membahas tentang foto jurnalistik. Fotografi jurnalistik adalah jenis fotografi yang memberitakan sebuah permasalahan yang sejujurnya pada masyarakat. Pemberitaan melalui media fotografi harus berdasarkan fakta yang ada dan tidak dibuat-buat.
Secara sederhana, fotografi jurnalistik juga di sebut dengan foto yang bernilai berita atau foto yang menarik bagi pembaca tertentu, dan informasi tersebut disampaikan kepada masyarakat sesingkat mungkin. Adapun menurut Mary Warner Marien dalam bukunya, Photography and its Critics, menyatakan bahwa efek fotografi yang membuatnya dipuji bukanlah visual, tapi social. Oscar Motuloh, pendiri Galeri Foto Jurnalistik Antara mengutip Wilson Hick, mantan Redaktur Foto LIFE dari buku Words and Pictures yang menjelaskan bahwa foto jurnalistik adalah media komunikasi yang menggabungkan elemen verbal dan visual. Elemen verbal yang berupua kata-kata disebut caption. Caption berfungsi melengkapi informasi sebuah gambar karena sebuah foto tanpa keterangan akan dapat kehilangan makna. Maka dari itu fotografi jurnalistik mampu menghubungkan manusia di seluruh dunia dengan bahasa gambar.
Foto human interest yaitu, foto yang menghadirkan sebuah pemaknaan hidup yang tidak anda rasakan, namun dirasakan orang lain, dengan bertujuan, menyampaikan pesan visual dengan pendekatan humanis dimana pengalaman personal fotografernya dapat dirasakan oleh pengamatnya.
Kebanyakan foto human interest adalah menggambarkan kehidupan masyarakat dengan ekonomi lemah atau didaerah pedalaman, tapi sebenarnya human interest tidak membatasi pada subjek masyarakat kelas bawha saja, tetapi juga termasuk potret keberhasilan dari masyarakat kelas atas. Foto human interest bisa terdiri dari satu foto atau rangkaian foto yang bercerita.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan pernyataan pada latar belakang di atas berkaitan dengan tugas akhir ini penulisan menyajikan rumusan masalah, sebagai berkut:
“Bagaimana kesesuaian foto berita terhadap isi berita pada surat kabar Tempo edisi Februari sampai dengan April 2020”
1.3  Batasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas dalam tugas akhir penulis membatasi rumusan masalah, sebagai berikut:
1)   Isi berita pada rubrik ibukota surat kabar Tempo edisi Februari sampai dengan April 2020
2)    Foto berita pada rubrik ibukota surat kabar Tempo edisi Februari sampai dengan April 2020
3)  Kesesuaian foto berita terhadap isi berita pada surat kabar Tempo edisi Februari sampai dengan April 2020
1.4  Tujuan Penulisan
1)  Untuk memahami Isi berita pada rubrik ibukota surat kabar Tempo edisi Februari sampai dengan April 2020
2)   Untuk memahami Foto berita pada rubrik ibukota surat kabar Tempo edisi Februari sampai dengan April 2020
3)   Untuk memahami Kesesuaian foto berita terhadap isi berita pada surat kabar Tempo edisi Februari sampai dengan April 2020
1.5  Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah pembacaan dan mengetahui isi tugas akhir ini maka penulis menguraikan pembahasan tugas akhir secara sistematis, sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini berisi pembahasan mengenai Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, dan Tujuan Penulisan.
BAB II PEMBAHASAN
Bab ini berisi pembahasan mengenai kesesuaian foto terhadap isi berita pada surat kabar Tempo edisi Februari sampai dengan April 2020.
BAB III KESIMPULAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran-saran baik untuk pihak surat kabar Tempo. 

Comments

Popular Posts